No one warned me …

Day 7.

Kebas.

Gue takut kebas, kebas sama perasaan gue. Takut gak punya perasaan simpati atau empati, ke orang lain, ke diri sendiri. Gue takut jahat, jahat ke orang lain, gak mikirin perasaan orang lain, karena ngerasa kebas atau gak ada rasa ke diri sendiri.

Gue takut cycle kayak dulu keulang lagi.

Beberapa hari ini, gue memaksa diri gue untuk ngebaca banyak artikel tentang Hysterectomy atau operasi angkat Rahim. Man, gue kasih tahu ya, itu tuh kayak perasaan lo dibanting ke lantai berkali-kali, ancur. Tiap baca, nangis, ini yang namanya ambayr, se-ambyar itu. Kayaknya patah hati lewat deh hahaah ..

Mungkin gue terlalu pesimis, entah males nyari atau gimana ya, tapi gue belum menemukan artikel yang cukup menjelaskan dalam bahasa Indonesia, atau di Indonesia sendiri bahkan, bagaimana wanita menjalani hari-harinya setelah operasi angkat rahim. Gue gak ngerti deh, apakah tabu atau emang gak banyak yang mau cerita. Padahal gue yakin gak semuanya ceritanya manis-manis deh.

Beberapa artikel yang gue baca pun misalnya The New York Times, gak cuma artikelnya yang gue baca, tapi gue baca sampai comment nya, somehow gue menemukan semacam apa ya … sisterhood mungkin, dari mereka yang ikutan comment, mereka yang juga mengalami hysterectomy, mereka yang sampai sekarang setelah bertahun-tahun pasca operasi, masih mengalami depresi. Gue kayak yang … “Ini gue sih ….” Membaca Artikel ini, Hsyterectomy may raise depression and anxiety, dan masuk ke bagian comment nya …

https://www.psychcongress.com/article/depression-anxiety-risks-increase-after-hysterectomy
https://www.healthline.com/health/hysterectomy-grieve-for-womanhood#5

Gue gak mungkin bisa cerita sama orang lain, karena .. lo kebayang gak sih, lo cerita, lo sedih, loe marah ke diri sendiri, dan lo cerita sama orang lain, apa yang bisa lo harapin dari mereka? Mereka gak ngerti, entah karena mereka gak tahu harus gimana, gak berada di posisi ini, dan gak tahu juga mau ngerespon lo kayak gimana, malah nantinya jadi awkward kan .. malah kasihan gue sama orang yang gue ajak ngobrol.

Yang gue lakukan sekarang adalah .. just embrace it, embrace my anxiety, embrace my depression, gue gak berusaha untuk apa ya, menolak perasaan atau apalah hormon penyebab ini semua. Mau nolak gimana, namanya juga hormon. Mau nangis ya nangis, mau ngomong sendiri, ya silakan aja, lah gue tinggal juga sendirian kan, jadi ya bebas aja. Bukan ngomong sendirian gila ya, tapi lebih berusaha untuk mencari kalimat afirmatif, atau kalimat positif yang bikin mindset, badan, hati, jiwa, ada di jalur yang paling enggak lebih masuk akal. Dalam artian .. “Lo tuh harus mikir, gimana caranya gak depresi, gimana caranya bisa survive dengan kondisi ini, you have to think harder Ter'”

Ada masanya, gue ngerasa kayak yang jahat, sama diri sendiri, sama orang lain. Over worry, mikir yang negatif-negatif aja, itu melelahkan banget. Gue jahat ke diri sendiri, kayak yang Gue membatasi diri untuk gak terlalu dekat sama orang lain, sama lawan jenis, sama orang yang ngedeketin, sama kandidat teman dekat pria deh … Karena gue ngerasa, Ya gue gak bisa ngasih apa yang diharapkan dari sebuah hubungan yang serius. They don’t deserve me. They deserve someone’s better. Better than me. So .. I instantly rejecting, and pushing, and forgetting mereka yang sebelumnya dekat dengan gue. Jahat? Gue ngerasa, kalau gue dekat sama mereka, there won’t be future for Us.

Sampai kapan kayak gini? Well .. gue gak tahu, dan gak akan pernah tahu. All of the anxiety and depression, come and go, tanpa permisi. Tanpa kasih aba-aba ..

Gue cuma berharap, gue bisa tetap waras, dan gak ngerugiin orang lain. Gak usah sok-sok’an mikirin orang lain. Yang gue lakukan sekarang adalah gimana caranya menemukan banyak hal dan kegiatan apapun, untuk distract gue, jadi kalau gue sampai gila kerja, Gue lagi butuh banget distraction ke hal-hal yang bikin gue capek, supaya kalau udah capek, langsung tidur, gak mikir yang lain. Gak kasih jeda ke otak sama hati untuk mikirin hal lain selain kerjaan dan kerjaan.

13 comments

  1. seseorang pasti pernah depresi dalam hidupnya, akupun seperti itu. Yang terpenting mendekatkan diri pada Tuhan.

    1. Hi Mbak, thank you sudah comment! Yes mendekatkan diri perlu, tapi somehow, berbicara dengan orang lain lebih melegakan atau kadang di dalam kondisi aku, menulis apapun yang aku mau! Hehehe …

  2. Menulis juga salah satu terapi menjaga kewarasan diri kak πŸ€—

    1. Ini bener for some people. At least for me. writing therapy (and some retail therapy at Tokped, LOL) helped me a lot, pas terakhir kali aku stress berat.

    2. Very True! Thank you for comment! Salam kenal dari Kalibata!

  3. U’re the bravest kak Ter…we’re here..walaupun hanya bisa baca πŸ™‚

    1. Hey makasih udah comment! Not the bravest at all Hahaha …

  4. Peluk mbak tere πŸ™‚

    1. Peluk balik virtual sambil pake Masker πŸ˜‰

  5. Bagus tulisannya mbak.πŸ‘

    1. Thanks Mbak Ika! Makasih udah mampir ya, apa kabarnya? πŸ™‚

  6. the anxiety, depression, sadness, semua itu nyata banget. tbh, gw baru nemu blog lo, setelah gw akhirnya memutuskan untuk mencoba balik nulis blog sebagai kegiatan untuk mengalihkan pikiran2 negatif itu. kalo kasus gw, endometriosis, kista ovarium di keduanya yang mana satunya udah diangkat, dan satu lagi udah ukuran 7 cm. stres? depresi? cemas? gw tau banget. yang pasti gw salut banget sama lo udah bisa sejauh ini. hang in there. thanks for telling us your story πŸ™‚

    1. Hi Salasa …. Gue gak akan bilang lo akan baik-baik aja atau minta buat berdoa, karena gue yakin, bertahan sampai dengan sekarang itu lebih penting, bertahan untuk gak nyerah itu jauh lebih penting, so .. do you whatever yang bikin lo seneng, bikin lo bisa gak gila ngadepin ini. KITA PASTI BISA Sal!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: