Selalu ada ruang untuk Jatuh hati dan bersiap patah hati …

Mei 2020.

Bulan ini, jatuh dan mungkin patah hati.

Katanya kalau jatuh hati juga harus bersiap untuk patah hati. Sama seperti, kalau senang jangan terlalu senang, karena kita belum siap untuk terlalu bersedih setelah mengicipi senang πŸ™‚

Gue, punya rasa sayang yang besar, pada keluarga, sahabat, teman terdekat, atau bahkan kepada orang yang baru saja dikenal namun bisa memberikan perhatian yang sederhana. Sesederhana bertanya, “Sakit apa? Makan yang benar ya.” atau seperti teman kantor yang menelpon untuk bilang “Gue kangen ngobrol sama lo”. Teman wanita, teman pria. Mereka yang memberikan waktunya, ruangnya untuk Gue. Walau hanya sebatas japri di DM Instagram, hanya sebatas chat “Lagi apa Re?” atau .. “Apa yang panas, badan atau kepala?”

Rasa sayang, tidak harus dengan lawan jenis untuk pacar. Ndak lah πŸ™‚ Sayang itu luassss sekali πŸ™‚ Rasa sayang itu datang dalam bentuk yang beragam. Tidak harus cinta-cintaan. Sesederhana perhatian. Sesederhana menelpon “Sudah makan apa?” atau .. “Hari ini lagi sibuk apa?” Sederhana ya? πŸ™‚ Iya. Tapi hal sederhana ini, begitu besar artinya bila diucapkan tulus oleh orang yang tepat πŸ™‚ Ingat, Jatuh cinta dan sayang tidak harus selalu dengan hal besar. Hal sederhana bisa membuat kita merona πŸ™‚

Pernah kah jatuh cinta dengan diri sendiri? Cobain deh πŸ™‚

Berdamai, dan cintai diri sendiri. Ada kalanya kita patah hati dengan diri sendiri. Kok bisa? Misal, rencana yang sudah matang, tapi gagal. Atau janji pada diri sendiri yang tidak bisa ditepati, lalu … menyesal. Sedih. Iya itu patah hati, retak rasanya lihat diri sendiri tidak komit dengan janji kepada diri sendiri. Tapi, diri sendiri juga butuh dimaafkan. Kasihan dia πŸ™‚

Ada satu masa, Gue menyalahkan diri sendiri, atas segala hal tidak baik yang terjadi. Kasihan. Diri sendiri jadi tidak percaya diri, butuh pengakuan baik dari orang lain, over worried, merasa tidak pantas untuk dicintai, tidak punya nilai di dalam hidup, tapi harus merasa diri sendiri adalah orang yang kuat, tidak boleh kelihatan sedih, tapi setiap pulang ke rumah, nangis ambyar. Lalu gimana caranya pulih? …

Belum, belum pulih. Tapi perlahan membaik. Pilih kuping lain yang tepat. Pilih tangan lain yang tepat. Pilih mereka yang mampu menempatkan diri sebagai orang yang tepat buat diri gue. Dan gue bersyukur, gue menemukan mereka. Perlahan, kepercayaan diri mulai kembali. Hati memang masih retak, tapi hati kembali hangat. Mungkin, hati tak perlu pulih, tapi kita perlu menjaga ada hangat di hati, iya mungkin gitu ya …

Bulan ini, menemukan banyak hal untuk jatuh hati. Kepada diri sendiri, kepada sahabat, kepada keluarga, kepada … Kamu.

Bulan ini juga mempersiapkan diri untuk patah hati. Karena diri sendiri, kepada diri sendiri. Karena untuk beberapa hal, kadang .. Diri sendiri belum merasa pantas untuk dicintai, dan menarik diri, sebelum terlanjur patah hati. Takut. Hati yang belum pulih, hati yang masih retak, mengalami kehilangan kembali. Kali ini .. kehilangan hangat.

Sampai saat itu, ingin rasanya bilang ke Gusti Allah.

“Apa rencana MU untuk aku? Akhirnya akan bagaimana, apakah aku akan menangis lagi atau .. kembali tersenyum. Karena aku terlalu lelah untuk harus menyapu serpihan luka. Lagi.”

Bulan ini, Jatuh hati dan bersiap patah hati.

Tere.

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: