Her name was Sophia.

Di tidur malam gue bermimpi, besok paginya gue bangun, lalu diam sejenak untuk berpikir, mengumpulkan ingatan gue akan mimpi semalam, lalu gue menangis. Menangis cukup hebat hingga sesegukan. Menangis karena tahu ada beberapa hal yang tidak dapat diubah.

Gue bermimpi melahirkan seorang Bayi Perempuan. Bahkan di kehidupan nyata gue tidak bisa berharap sekecil itu untuk memiliki Bayi sendiri, dan mungkin ini karena lingkungan sekitar gue banyak yang hamil dan baru melahirkan, entah mana yang benar, namun otak bawah sadar gue mensarikan itu semua menjadi sebuah mimpi, dimana gue melahirkan seorang anak perempuan.

Indahnya, bukan buruknya ya, gue ingat betul cerita dalam mimpi ini. Apa yang gue ceritakan disini bukan untuk meminta belas kasihan dari teman-teman yang membaca ini, sama sekali tidak, jadi gue mohon jangan dianggap begitu ya :’)

Gue bermimpi melahirkan bayi perempuan, dengan cara persalinan yang tidak begitu sulit, karena gue ingat sekali gue berkata “Kok gak sakit ya aku ? Kayaknya obat biusnya deh ini …” Dan tetiba gue mengetahui bahwa bayi perempuan yang gue lahirkan tidak seperti bayi lainnya. Bayi gue berkulit merah muda. Selaput kulitnya sangat tipis sehingga mudah sekali berdarah, warna nya pink, tipis. Bola matanya tidak hitam namun abu-abu, pudar, tidak bisa melihat sempurna. Bayi perempuan ini panjang dan beratnya  tidak seperti bayi normal. Tinggi dan besar. Gue menamakan bayi perempuan ini Sophia. Dari begitu banyak nama yang pernah gue pilih, entah mengapa nama Sophia dipilih di mimpi gue.

Sophia

Mimpinya begitu cepat, gue mencoba mengingat wajah Sophia, karena di mimpi gue ini, gue mengasuh Sophia dan tiba-tiba Sophia sudah berusia lebih besar. Kalian tahu .. Sophia yang lahir dengan kondisi kulit yang tidak sama dengan Bayi pada umumnya, tumbuh normal :’) Sophia tumbuh sehat. Sophi yang lebih besar, sekitar 7 atau 8 tahun, adalah anak perempuan yang sangat aktif, berambut hitam sebahu, wajahnya sangat manis, Ia sangat sehat dan suaranya bagus sekali, sangat jernih. For a while, gue langsung merasa, This is my daughter, this is my sophia -and oh shit nulis ini aja bikin gue nangis … :(( – She was just like me, the mini Me :’) Sophia is beautiful. Anaknya manis dan baik banget, cheerful sekali.

Kalau satu hari nanti gue menemukan sebuah wajah yang mirip Sophia yang ada di mimpi gue, pasti akan dengan mudah gue kenali. She was just like me, but smaller :’) Dan di mimpi ini gue bangga banget punya anak kayak Sophia, semacam gue gak mau punya anak lain kecuali Sophia.

Mungkin kalian mikir gue gak waras kali ya mimpi begini, tapi ini sungguh cuma mimpi, dan gue gak tahu kenapa Gusti Allah ngasih gue mimpi ini, gue yakin Gusti Allah punya caranya sendiri yang misterius untuk menyampaikan banyak hal ke umatnya, ya kan, dan entah kenapa DIA memilih ini :’)

Sudah bisa diduga setelah gue bangun dan kira-kira sejam kemudian gue nangis, karena sebelumnya kayak yang mikir dulu tadi gue mimpi apa dan gue mengingat lagi mimpinya seperti apa. Gue menangis, tentu saja gue menangis, gimana tidak karena di hidup yang sesungguhnya gue gak bisa punya anak dari rahim gue sendiri, kayak yang udah gak bisa banget dan gue gak bisa berbuat apa-apa. Ya bisanya cuma nyesel kenapa pas operasi di-iya-in sama orang-orang. Nangis karena … Sophia bisa jadi adalah anak perempuan gue, iya kan :’) Gue nangis kayak cuma bisa bilang bodoh ke diri sendiri karena gue gak mungkin bisa hamil.

Dan yang lebih buruknya adalah .. I really want my own Sophia right now … :’) I really can be a good mother for my Sophia … I know I can … buta sadly, I can not.

-Tere-

One comment

  1. Tereee… Hug hug hug… Tere, gw ikut salah satu group menyusui dan pernah baca salah satu case seorang ibu yang belum juga dikaruniai keturunan, lalu beliau mengadopi anak yang masih bayi dan ikut program sehingga beliau bisa menyusui anak tersebut sendiri… Tentu saja dengan menyusui akan terjadi bonding antara ibu dan anak… Siapa tau kelak Tere dan suami ada niatan untuk mencoba… Percayalah, selalu ada solusi untuk setiap ujian… 😊

    Salah satu referensi buat dibaca-baca…

    https://health.liputan6.com/read/2924291/induksi-laktasi-ibu-bisa-menyusui-bayi-adopsi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: