Cerita yang belum pernah gue tulis …

Dan mungkin kalian juga bingung kenapa akhirnya gue nulis ya ? Entah kenapa πŸ™‚ Karena mungkin gue akhirnya menemukan kekuatan untuk menulis ini selama beberapa pekan terakhir. Ada satu foto yang mungkin akan gak enakeun buat dilihat tapi ya itu apa adanya sih ya, jadi maaf banget kalau gak berkenan. Gue tulis ini di blog buat gue juga kok, supaya gue inget hal-hal yang pernah dialami dulu dan buat gue jadi gue yang sekarang ini.

Sebulan terakhir gue masuk Rumah Sakit karena HB drop lagi. Iya lagi. Di bulan yang sama, tahun lalu gue juga masuk Rumah sakit karena HB Drop. Dan dalam kondisi yang sama, gue habis sharing sama adik-adik dari XL Future Leaders, bisa gitu ya ? πŸ™‚ HB gue drop ke angka 6, kalau HB normal seorang wanita adalah 11 atau 12, acap kali gue masuk RS karena anemia atau kurang sel darah merah, hampir bisa dipastikan HB gue 6. Dokter gue, Dokter Zulkifli di RS Harapan Bunda Jakarta Timur, paham banget kenapa gue drop. Dan penanganannya gak lain gak bukan ya dengan transfusi darah. Iya gitu aja terus.

Kenapa HB gue sampe Drop ? Gue punya Kista. Bukannya udah dioperasi dua tahun lalu ? Iya, gue udah operasi, dan satu tahun kemudian kistanya ada lagi. Sampe sekarang. Seharusnya gue operasi lagi. Tapi gue takut. Iya cemen ya, gue takut banget. Gue takut operasi karena gue takut kejadian kayak dulu dimana gue jadi pasien ostomate dengan usus diluar. Segitu takutnya gue. Masa dimana gue harus kuat sama diri sendiri, masa dimana gue gak mau bikin khawatir orang tua gue yang telpon gue tiap hari, masa dimana sahabat gue whatsapp gue lebih sering dari biasanya buat tanya kondisi gue. Iya gue setakut itu. Gue takut gak bisa sekuat dulu.

Processed with VSCO with a6 preset

Ini perdana gue share Adik Usus yang jelita di blog sih. Maaf ya kalu geli. Iya ini usus besar gue. Jadi BAB sama kentut selama 7 bulan disini. Sakit ? Ya sakit-sakit enggak sih hahahah

IMG_3989

Tiap ke kantor atau kalo pas jalan keluar rumah, setting suasana hati dibikin happy. Tiap hari.

IMG_4703

Sampe mikir kalo walau gue ususnya diluar gak menghentikan untuk jalan-jalan keluar.

IMG_3991

Ini dulu ke kantor gini, pakai pakaian yang gampang aja soalnya biar gampang bersihinnya.

Ketakutan lainnya ? Gue takut ovarium gue kenapa-napa. Been dealing with this situation like a years. Been dealing with angers dan ketakutan ini bahwa gue akan baik-baik saja. Momen yang paling gue ingat adalah waktu orang tua gue ngasih tahu bahwa ovarium kiri gue diambil saat gue melakukan operasi laparascopy yang pertama waktu gue ke-detect ada perlengketan kista di dinding rahim. Kapan orang tua gue ngasih tahu itu ? 16 bulan kemudian. 1.5 tahun lebih waktu yang dibutuhkan untuk ngasih tahu ke gue bahwa satu dari 2 ovarium gue sudah diambil oleh dokter. Dan bahkan yang bikin gue marah saat itu adalah .. Maskoko gak kasih tahu gue, sama sekali. Perasaan gue saat itu gimana ? Gue marah. Gue gak seketika nangis. Tapi gue lebih ke marah dan kesel sih. Tahu bahwa rumah penghasil sel telur elo diambil dan elo baru dikasih tahu 16 bulan berikutnya di saat gue baru menghibur dan bersimpati pada salah satu teman blogger gue yang juga baru diambil ovariumnya, seolah gue dalam kondisi yang baik-baik saja, disitu gue marah. Marah sampai gue bingung mau nangis kayak gimana. Dan seketika itu juga gue .. nangis. Gak berhenti sesegukan dan bingung. Gue bingung mau cerita sama siapa. Sampai pelan-pelan gue ngasih tahu hal ini ke beberapa orang, yang paling utama adalah gue cerita ke orang tua, ke Lusi waktu itu, karena gue bingung sama kerahasiaan yang gue baru tahu waktu gue mau operasi kedua.

Ngobrol aja. Iya gue ngobrol aja sama orang-orang yang emang gue percaya. Mereka tahu seberapa capeknya gue, gimana gue lelah sama beberapa hal, dan gimana gue bertahan sama hal-hal yang sangat prinsip buat hidup gue dan orang tua gue. Dan dengan ngobrol jadi lebih mudah untuk menerima bahwa gue adalah wanita yang memiliki 1 ovarium, pernah menjadi ostomate selama 7 bulan, memiliki 2 kista dan Anemia (karena gue hidup dengan HB 8, masih dibawah rata-rata)Β dan gampang kecapekan terus sakit-sakit’an.

Ngeluh Ter ?

Enggak, gue gak ngeluh. Pada dasarnya gue masih kuat kok ngejalanin hidup yang gak sesehat orang lain. Gue juga bukan orang yang gampang ijin sakit di kantor, gue ijin sakit mostly karena datang bulan yang emang agak ajaib karena datang bulan gue emang bikin sakit sampe drop banget sih. Terlepas dari kondisi badan yang gak bagus, gue berusaha untuk banyak bersyukur, banyak explore hal baru lebih lagi, lebih bisa mengatur perasaan, lebih sering nyenengin diri sendiri. Kenapa nyenengin diri sendiri ? Karena udah lah gue gampang sakit, masa iya gue harus terus-terusan sedih sih ? kok kayak gak bersyukur sama Gusti Allah dikasih hidup ya ? Gusti Allah kasih sakit ke kita itu juga pasti tahu kok takarannya dan gak mungkin dia kasih kita sakit yang gak bisa kita lawan sakitnya.

Kalau ada quote yang bilang, the happiest person-the funniest people are often the saddest, gue bisa bilang benar. Makanya gue gak suka sama orang-orang yang nyinyir sama hidup apalagi sama hidup orang lain. Karena mereka gak tahu apa yang sudah dilalui sama orang lain. Kenapa gue seneng lihat orang lain bahagia ? karena waktu gue sakit, yang bisa bikin gue bisa hadapi itu semua, adalah orang-orang baik di sekitar gue yang bahkan gue gak kenal begitu dekat pun sama gue, mereka ada di sekita gue dan bikin gue bahagia. Jadi ya sesimple itu kenapa gue pengen lihat orang bahagia, karena somehow kita gak tahu mereka lagi kenapa, dan mungkin ya … mungkin, kita bisa jadi satu dari banyak hal yang bisa bikin mereka bahagia.

Dan gue berterima kasih. Gue gak akan bosen untuk bilang terima kasih jujur aja. Karena banyak sekali orang sepanjang 2 tahun ini begitu baik sama gue. Gak cuma baik, mereka sayang banget sama gue. Gue sampai kadang bingung sendiri ini orang-orang pasti Malaikat deh saking baiknya sama gue. Dan gue terima kasih sama orang per orang yang mau denger cerita-cerita gue, buat mereka yang gemar bercerita lucu untuk ngehibur gue, untuk telinga yang mau mendengar suara ini bercerita dan menangis, untuk media sosial dan chat yang mau membaca dan membalas dan melihat cerita gue. Untuk mereka yang telah memberikan semu malu di pipi atasΒ pujian-pujian ke gue. Percayalah, pujian yang tulus itu bikin kita yang baca dan denger itu bahagia seneng beneran kok πŸ™‚

Postingan ini akan selalu mengingatkan gue bahwa ini adalah satu dari beberapa postingan yang gue tulis dengan mikir lama dan dengan perasaan yang gak ngerti kalau diungkapkan ke kata-kata kayak gimana. Dan terima kasih, untuk kalian yang sudah membaca ini. Percayalah, hidup kita masing-masing sudah diatur oleh Gusti Allah. Percayalah, Gusti Allah pasti ingin kita semua tidak terlalu lama bersedih πŸ™‚

.Tere.

Advertisements

18 comments

  1. You are one of the strongest person I have ever known, Tere…Remembering the first year we met. I miss you, dear :p

    1. Just read this, and blog walking to your blog, and Oh my!! I miss you too Mbak Lit! *kraaiiiiii … You know, I was and still following the way you ask, the way you interrupt and like everybody was see you like You’re a badass, the unbeatable person hahahah … Rindu talking non sense hahahah

  2. Kamuuu … stay strong dear *peluk kenceng*

    Sesama wanita berpenyakit dan HB rendah (tenang say, sini pernah drop sampe 4. Udah lah di ICU, transfusi 10 kantong cuma naik ke 7) … i know you can deal with it

    It’s not easy, but it is doable. Kesembuhan berawal dari kemauan.

    What doesn’t kill you, makes you stronger πŸ’ͺ🏻

    1. Duh rasanya apa itu transfusi 10 kantong Mbak!! Kamu hebat aku salut bangettttt

  3. Kirim peluk dr Surabaya buat mbak Tere .

    1. Jajanin tahu campur kak =))

  4. Ya ampun kak Tere…masih bisa bikin caption lucu dengan manggil adik usus yg jelita melewati masa-masa ostomate..hebaaat.. ☺
    Semangat terus yaaa sehat sehat sehat !

    1. Akkk makasih Mbaknyaaa makasih bangettt amin sehat ya

  5. Lagi drop pun IG & Path lo tetep heboh. You’re full of positivity, Ter. Energi positif lo itu kayak nggak abis2. Nggak usah orang yang ada di sekitar elo in real life. Yang liat lewat socmed aja bisa ngerasain *ngacung*. Takut itu wajar, tapi ngubah ketakutan lo jadi energi positif…that’s something. Hats off!

    1. Aselik baca ini tuh, asa hati hangat gimana gituh. Orang-orang kayak lo ini nih yang mesti dilestarikan keberadaannya di muka bumi Er! Aselik!

  6. kenapa aku jadi pingin nangis yah…ahhh cemennn jugakkk ternyata akunya (T..T)

    1. Jangan dong Adik Bagus, jangan ikutan nangis

  7. Sehat dan bahagia selalu Ka Ter. Thanks for sharing your story. πŸ™‚

    1. thank you for reading this post Dear πŸ™‚

  8. Lihat post di instagram dari tadi subuh, langsung baca blognya pas subuh juga, tapi sampai sekarang masih speechless. Cuma jadi pengen ngajak ngopi dan makan siang lagi πŸ˜€

    1. yuk jangan jadi wacana tapi kita rencanakan =)))

  9. sehat2 terus ya….

    1. Thank you Mas Armannnn ^^ kalian pun sehat terus ya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: