Untuk beberapa alasan ….

Beberapa dari teman di dunia maya menanyakan beberapa hal yang serupa “Kapan ngeblog lagi?” atau “Ter, terakhir ngeblog udah lama bangeeettt … nulis lagi dong” … Siapalah gue, si remah-remah rempeyek ini yang sampai ditunggu-tunggu tulisan ala kadar nya ini kan ya …

Tapi gue lupa satu hal, menulis adalah proses gue untuk menemukan diri sendiri. Instead of blogging, gue beralih ke path dan Instagram (Ok Ter, sekarang lo mulai menyalahkan mereka …). Path dan Instagram memberikan keleluasaan gue untuk menulis entah itu dalam tulisan pendek, quotes, atau cerita yang lumayan panjang enggak-pendek juga enggak. Dan untuk beberapa lama gue menikmati nya.

Apakah gue sama sekali gak pengen balik ke blog ? Pertanyaan ini berkali-kali muncul di otak gue yang gede enggak-kecil juga enggak ini. Dan ternyata .. sekarang gue balik lagi ke blog. Iya gue kangen nulis panjang, nulis yang pengen gue tulis, berbagi banyak hal macam review ala-ala gue yang syukur-syukur bisa ngebantu orang, atau tulisan gue tentang liburan yang dibilang hedon enggak dibilang irit juga enggak.

But for many reason yang gue punya, salah banyak nya adalah : Setelah gue operasi dan menjadi ostomate gue terlalu sibuk menjadi sosok yang lebih tegar, gue terlalu sibuk dengan menjadi seorang perempuan yang ‘baik-baik’ saja, gue terlalu sibuk untuk mendamaikan diri gue sendiri untuk tidak membuat orang lain khawatir. Setelah gue operasi, gue menjadi sosok yang semacam wonder woman, gue kembali lebih baik, lebih sehat dan jauh lebih kuat. Dan itu semua teman-teman, terpecahkan, terbantaikan dengan … sakit dan meninggal nya Bokap gue. HA! Semacam Tuhan lagi-lagi ingin bilang “Hey Theresia Dian, segala ketegaran itu ada batas nya. Bagaimana dengan menempatkan Ayah mu di sisi KU sekarang dan apakah engkau masih sekuat dan setegar sekarang ?”

Jahat ? Iya jahat ya gue, sampai segitunya gue sama Tuhan gue. Tapi tunggu, gue gak pernah membenci Tuhan Gue. Gue masih Tere yang sama yang takut sama Tuhan, gue hanya berada di posisi anak bungsu yang begitu dekatnya dengan orang tua gue gak siap secepat ini Tuhan ajak Bokap gue berada di sisiNYA.

Seolah-olah lagi-lagi Tuhan ingin mengingatkan gue untuk tidak menjadi sosok manusia yang takabur, sosok manusia yang lupa bahwa sehebat apapun kita, masih ada Tuhan yang MAHA segala nya …

So, how’s life Ter ? Kalau gue bisa jawab, HANCUR LEBUR. But somehow .. I can manage it supaya gak sampe kesapu sama angin, perasaan gue, hidup gue sekarang boleh hancur dan lebur, tapi serpihannya, debu-debu-nya masih gue simpen di sebuah bejana, yang akan gue jaga, supaya bahkan bejana itu gak akan ikutan pecah.

Not a goodbye ya Pa ..

Not a goodbye ya Pa ..

Cheers, Tere🙂

13 comments

    1. Peluk balik :”)

  1. Everything will be just fine, Tere🙂

    1. Makasih Mbak nyaaa :”)

  2. Mbaaaaa😥
    *gelendotin*

  3. Peluk Tereeee…..tetep semangat ya

  4. Kematian dalam namaNya adalah keuntungan, sabar ya Ter, semoga ada hikmahnya dan selalu dikuatkan:)

  5. Ikut berduka cita ya tere.. Be strong…

  6. instagram emang paling punya salah besar *tos*. tere aku selalu kangen blog kmuuu. *peluuuuk

  7. iya mba tere dah lama banget ga nongol dimari, kangen tulisannya 😀

  8. Oohhh turut berduka Cita Ya Ter.. Terap semangattt!! Peluk tere🙂

  9. you are still a wonder women, Ter🙂

  10. Aku baca blog kamu dan tiba2 aja nangis. Im sorry for your lost, Tere.. Semangat!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: