Le Husband …

Gue nulis ini waktu Maskoko lagi menuju lapangan bola di Pasar Festival, apa tuh yang ada track buat lari nya juga … halah ya pokok nya itulah, karena senin itu jadwal lari dia sama temen-temen Gereja JPCC .. (DAN ELO GAK IKUTAN TER??!!) …

Waktu gue dapet tulisan ini dari Path, iya itu tuh tulisan yang diatas, gue langsung yang ngerasa “Ihhhh bener bingiitttsss” ya karena emang bener, dan gue yakin gak cuma gue aja. Pernikahan yang masih seumur popcorn ini (karena jagung sangatlah main stream), tinggal setiap hari sama orang yang sama, tidur sama orang yang sama, kalo bangun yang dilihat ya muka dia lagi dia lagi, kalo sebel ya diterima aja, namanya juga tinggal 1 rumah (kalo gue masih 1 kamar sekarang, ya namapun gue masih kost yesss). Apakah yang ada cuma hepi-hepi nya aja ? ENGGAK BANGET (nah lho pake keps lok! Rusak neng keyboard ?)

Pasti nya gak hepi-hepi mulu, adalah satu-dua .. oh oke, ya beberapa kali lah (karena gak mau dibilang sering) kami berdua berantem-berantem gak lucu gitu, tapi ya .. namanya juga dua orang yang beda jenis kelamin, beda cara mikir nya, beda otak nya, beda cara dibesarin nya, beda culture nya … YA MENURUT NGANA KAN ? hahahah … tapi beruntung-tung-tung gue ikut yang namanya marriage workshop, yang namanya kursus pernikahan, yang namanya punya temen-temen perempuan yang udina nikah yang share-share cerita pernikahan mereka (Thank you Ibu Sari untuk petuah-petuah nya yang bikin Tere semakin dewasa dan cantik luar biasa).

Gak setiap hari mesra-bahagia luar dalam itu menurut gue wajar. Aselik. Ya kan dulu pas single juga gak tiap hari juga hari-hari elo indah tiada buruk rupa nya kan, masa iya sekarang ngarep yang indah mempesona (ini bukan film hollywood, anak muda!). Justru pas nikah, gue menemukan pangeran manusia biasa yang mau dengerin curhatan tentang hari-hari gue yang naik turun kayak roller coaster. Gue menemukan orang lain, yang sodara juga bukan, kerabat bukan, kakak bukan, gak ada hubungan sodara, tapi dia willing lho dengerin betapa gak sempurna nya gue, betapa sering nge-dumel nya gue, betapa konyol nya gue dibandingkan usia gue yang gak muda lagi.

Untuk semua ngambek nya gue, untuk semua keras kepala nya Maskoko, untuk semua hal-hal gak mudah lainnya yang kami berdua lalui, gue selalu .. selalu ingat satu kalimat yang pernah diucapkan oleh Pastor JPCC (yang mana gue lupa siapa ituh hahahha) :

“Orang yang mendampingi mu sekarang, yang mengucap sumpah setia di depan altar, di hadapan Tuhan, adalah orang yang memang dipilihkan oleh Tuhan untuk menemani mu sepanjang hidupmu agar engkau tak lagi sendiri. Yakinlah, bahwa Ia yang dipilihkan oleh Tuhan tidak akan pernah salah. Ia yang mengucap janji setia untuk-mu adalah benar pasangan hidupmu”.

Cheers, Tere (yang lagi lihat kalender, “Tanggal berapa sih sekarang, kok udah mellow aja?? hahahha)

6 comments

  1. Jeffrey Rachmat maksud ngana? hahaaaa

    1. Hahaha iyaaa kayaknya ya, gue lupa antara Koh Jose apa Koh Jeff hihihi

  2. quote yang terakhir dalammmmm🙂

  3. datang berkunjung sambil menyimak postingannya, salam. ditunggu kunjungan baliknya ^_^

  4. Boleh copas ganti nama gak sih postingan ini?

    1. copas mah copas ajaaaa hahahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: