Persahabatan itu sama kayak milih sepatu …

Elo akan tahu apakah dia adalah seorang sahabat yang betul lo butuhkan kalo lo tahu lo akan selalu minta pendapatnya. Ya entah elo mau ngelakuin pendapatnya atau emang lo paling enggak tahu apa view dari dia.

Elo akan tahu seseorang itu sahabat karena dia adalah orang pertama yang bakalan loe ceritain setelah keluarga elo, hal-hal penting yang terjadi di diri lo tanpa perlu ditanya.

Sebaliknyapun, elo gak akan memaksa sahabat elo untuk bercerita hal-hal yang belum siap dia ceritain ke elo.

Elo akan tahu dia adalah sahabat elo saat elo tidak memikirkan diri sendiri but instead you think his/her life.

Elo akan tahu apakah dia sahabat elo, waktu elo gak merasa tertampar saat dia bilang “Pacar elo itu brengsek soalnya gue ketemu dia jalan sama orang lain. Tinggalin dan cari orang lain lagi” karena deep down your heart, you just know that they’re right.

Buat gue persahabatan itu sama kayak milih sepatu. Kita pasti mau kan sepatu yang kita pilih, yang buat belinya pake acara nabung sama rela,misalnya, makan di kantin kantor sebulan penuh. Supaya bisa beli sepatu idaman kita. Sepatu yang udah kita beli pasti kita udah cobain beberapa kali, apakah sepatu itu nyaman apa enggak, apakah bikin kita lecet apa enggak, bikin kita bangkrut apa enggak. Kita juga pasti mau sepatu baru ini menjaga kita dari panas, bikin kita gak sakit dari kerikil terjal, dan kalaupun sakit .. well selamanya gak akan sakit kan .. dan yang pasti sepatu ini PAS di kita … kita gak menjadi orang lain hanya untuk terlihat pas dan cocok dengan sepatu baru ini.

Sama dengan memilih sahabat, kita mau sahabat yang bisa menjaga kita dan jadi pegangan buat kita. Dan kitapun mau mereka bisa rely dengan keberadaan kita, ibaratnya “Loe gak perlu khawatir, gue bakalan jagain elo”

Kita mau menjadi sahabat dan mencari sahabat dimana elo jadi diri sendiri, bukan jadi orang lain, bukan yang malah bikin diri elo sakit, gak nyaman. Karena kita mau sahabat yang-semoga-bisa selamanya bersama kita🙂

Pasti menyenangkan mengenal orang yang mengetahui kita luar dan dalam, tahu sejarah dan masa lalu kita. Dan mau menampar pipi saat kita sudah mulai salah arah. Sakit tapi jujur.

Kadang menjadi sahabat tidak butuh pernyataan, seperti ” owww you’re my bestfriend ever” kadang cukup dengan diam dan diam, sudah.lebih.dari.cukup … begitu kan ?🙂

Have a very log last friendship with your besties …

Cheers,Tere

3 comments

  1. sangat setuju sekali kakak🙂

  2. randompeps · · Reply

    i couldn’t agree moreeee!

    1. Aaahhh kamyuuuuu :”) #lalumewek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: